Artikel

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Banyak orangtua yang kewalahan menghadapi anak mereka yang hiperaktif. Hiperaktif dapat terlihat dari gerak-gerik dan responsif anak, kita biasa menyebutnya 'tidak bisa diam'. Anak begitu sulit untuk dibuat tenang atau duduk diam. Perhatian mereka juga mudah teralihkan dari satu hal ke hal yang lainnya.

Tak perlu berkutat pada kesedihan dan kekecewaan memiliki anak hiperaktif, karena anak-anak dengan gangguan hiperaktif cenderung memiliki kecerdasan luar biasa. Tugas orangtua ialah mencari dan menggali kecerdasan yang mereka miliki.

Coba terapkan cara ini untuk anak yang hiperaktif:

Disiplin

Anak hiperaktif cenderung tidak disiplin dan tidak mau tenang, jika demikian maka buatlah sebuah perjanjian dengannya untuk berlatih disiplin.

Jangan memarahi

Perilaku hiperaktif bukanlah kesalahan anak, memang memiliki anak hiperaktif terkadang membuat orangtua jengkel, biarpun begitu jangan memarahinya atau menghukumnya. Sebaliknya, berikan pujian kepada anak, bahwa ia baik dan sebagainya. Kata-kata positif ini akan membuat anak terdorong untuk menjadi seperti itu.

Jangan bosan

Dalam mengajari anak hiperaktif, para orangtua diharuskan bersabar dan terus-menerus mengulang hal-hal yang harus dipelajari si anak.

Waspada

Konsisten untuk terus waspada terhadap segala tindakannya yang mungkin dapat membahayakan dirinya dan orang lain.

Perbanyak komunikasi

Ini penting dilakukan terlebih untuk memberikan pemahaman mengapa hal yang mereka lakukan tidak baik dan baik untuk mereka. Pada anak hiperaktif kita diharuskan berkomunikasi dengannya sesering mungkin, sembari menunjukkan kasih sayang Anda padanya, bukan memanjakannya.

Alihkan perhatian dengan mainan bermanfaat

Kita bisa memberikan mainan yang bermanfaat dalam memicu kreativitas mereka. Seperti alat musik sederhana, alat tulis, alat mewarnai, juga kertas warna-warni seperti kertas dari Kokoru.

Kokoru merupakan kertas bergelombang dengan pilihan warna yang lengkap sehingga anak dapat membuat objek 3 dimensi maupun 2 dimensi dengan cara melipat, menggulung, menggunting dan mengelemnya. Biarkan anak mewujudkan ide mereka menjadi sebuah karya seni. Hal tersebut dipercaya dapat membuat anak jadi lebih tenang dan lebih tekun, sekaligus merangsang kreativitas mereka.

 

Semoga terinspirasi!

go to top