Artikel

Kerajinan Tangan dari Sayuran Oyong, Bagaimana Bentuknya?

Apakah Kamu penyuka sayur-sayuran? Jika iya tentunya Kamu tahu dengan tanaman gambas atau oyong, jika Kamu belum tahu coba tanyakan pada ibu yah. Sayuran hijau ini memiliki nama ilmiah Luffa Acutangula yang kaya akan vitamin A, vitamin B1, vitamin C, Zat Besi, Kalsium, Fosfor. Namun, siapa sangka, di tangan Wisnu Sanjaya, gambas atau oyong bisa "menjelma" sebagai kerajinan tangan yang cantik.

Dilansir dari VIVAnews, Wisnu bercerita tentang usahanya ini. Dia memulai bisnis tersebut beberapa tahun lalu. Dia memilih tanaman sayur ini, karena di daerahnya, orang-orang jarang melirik gambas untuk dijadikan karya seni.Negara lain seperti Hungaria, menanam oyong untuk dibuat kerajinan, terutama untuk produk hotel, seperti handuk mandi (wash lap).Kemudian muncullah inspirasi untuk membuat kerajinan tangan ini, Wisnu lalu melakukan riset selama dua tahun dan hasilnya bahwa hotel menggunakan produk berbahan gambas untuk peralatannya, seperti penggosok punggung, namun impor.

Tak tanggung-tanggung, Wisnu juga membuat tas, sandal, dan wash lap yang beraneka bentuk sebagai produk kerajinannya. Tentu saja gambas menjadi bahan baku karyanya. Dia membidik perhotelan, terutama hotel bintang lima untuk memasarkan produknya ini.

Tidak sembarang oyong yang digunakan untuk membuat bahan kerajinan itu. Wisnu memilih gambas yang sudah tua untuk diambil serat-seratnya. Pertama, gambas-gambas yang sudah tua itu dikupas kulitnya sehingga tinggal serat dan isinya.Kemudian, gambas yang telah dikupas itu, direndam dalam air, diangkat, dan dikeringkan hingga didapat serat yang berwarna keputihan, lalu di-pres. Serat ini yang siap digunakan sebagai bahan kerajinan.

Tentu saja, dia juga membutuhkan bahan-bahan lain seperti kain dan spons. Wisnu memberi tambahan bahan kimia pada serat gambas untuk tas dan sandal, sedangkan untuk peralatan mandi, dia tidak memberikannya.Dari serat gambas itu, Wisnu mengolahnya menjadi bahan kerajinan yang apik. Untuk satu wash lap, diperlukan 1-2 buah gambas, satu pasang sandal diperlukan tiga buah gambas, dan satu unit tas diperlukan 10 buah gambas.

Harga sebuah tas gambas Rp 50-250 ribu, wash lap Rp10-30 ribu, dan sandal Rp20-50 ribu. Omzet per bulannya sebesar Rp150 juta. Ada juga penggosok punggung dan sabun gambas harganya Rp25 ribu.Wisnu dengan senang hati berbagi tips merawat produknya. Dia mengatakan bahwa peralatan mandi, seperti wash lap dan penggosok punggung, setelah dipakai, barang-barang tersebut dibilas dengan air bersih, lalu dikeringkan. Produk berbentuk wash lap ini tahan hingga sebulan.Untuk tas, dia menyarankan tas tersebut disikat. Apabila ingin dicuci, cukup dicelup-celup dengan air sabun, dibilas dengan air bersih, lalu dikeringkan.

Pengalaman yang sangat menarik ya Kokoru Friends? Siapa sangka bermodalkan kreatifitas bisa menjadi usaha dengan pendapatan yang sangat menggiurkan. Ketika hobi dan hal yang menyenangkan menjadi mata pencarian tentunya pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan sepenuh hati.

Yuk, lanjut lagi berkreasi, siapa tahu Kamu juga bisa berbisnis dengan hasil karya Kamu tersebut. Untuk melatihnya Kamu sebaiknya lebih sering lagi mengasah kreatifitas dan imajinasi Kamu dengan membuat berbagai bentuk dengan menggunakan Kertas Kokoru. Selamat berkreasi Kokoru Friends. 

go to top