Artikel

Menyelami Seni Menggulung Kertas

Selain sebagai media untuk menulis, kertas sejak lama sudah dijadikan sarana berkreasi dengan cara menggunting, melipat, menempel dan juga menggulung atau quilling.

Kali ini kita akan membahas seni kerajinan tangan dari kertas yang proses pembuatannya dilakukan dengan cara menggulung yang dikenal dengan sebutan paper quilling. Beberapa teknik dalam membuat paper quilling antara lain dengan membuat lingkaran, lengkungan, memuntir kertas menjadi bentuk mirip spiral atau membuat gulungan kecil. Untuk menghasilkan bentuk tersebut, para seniman paper quilling biasanya memotong kertas menjadi bentuk memanjang seperti pita.

Dari potongan-potongan kertas itu dapat dibentuk berbagai motif seperti bunga, binatang dan motif lainnya. Paper quilling bisa diaplikasikan sebagai ornamen pada kartu ucapan, kotak hadiah, pajangan dan lain-lain. Pada zaman Rennaissance, para biarawan dan biarawati di Italia dan Perancis rajin menekuni seni menggulung kertas ini untuk menghias sampul buku dan barang-barang lainnya.

Paper quilling memang sudah lama berkembang di Benua Eropa, sekitar abad ke-17. Dahulu, paper quilling dikenal dengan nama paper filigree atau roll work. Popularitasnya menanjak seabad kemudian sehingga pelakunya tidak hanya dari kalangan biarawan dan biarawati saja, tapi juga hampir seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, di Inggris, puteri Raja George III juga sangat menggemarinya dan membuatnya dikenal sebagai salah satu seniman roll-work

Di era yang sama di Jepang, berkembang pula kerajinan tangan dari kertas namun dengan teknik berbeda, yaitu dengan cara melipat atau origami. Keduanya meraih popularitas di wilayah perkembangannya masing-masing hingga dikenal di seluruh dunia dan masih diaplikasikan hingga saat ini.

Di Asia, khususnya Indonesia, popularitas paper quilling mungkin tidak sebesar origami akibat proses pembuatannya yang agak rumit karena harus membuat kertas panjang menyerupai pita terlebih dahulu. Namun, belakangan seni kerajinan tangan jenis ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pelaku seni menggulung kertas dari berbagai kalangan. Selain menekuninya sendiri-sendiri, mereka juga berkumpul dalam komunitas perajin yang fokus mengerjakan crafting paper quilling. Komunitas ini mulai banyak bermunculan mulai dari perkumpulan secara online maupun yang langsung bertemu di tempat tertentu.

Menjamurnya perajin paper quilling didukung dengan ketersediaan bahan yang semakin mudah didapat. Sebelumnya, pecinta kerajinan ini kesulitan mendapatkan kertas siap pakai karena harus diimpor dari luar negeri. Itu pun ukuran dan warnanya sangat terbatas sehingga mereka terpaksa harus membuat sendiri untuk mendapatkan ukuran dan warna kertas yang diinginkan.

Namun, sekarang sudah tersedia kertas lokal dalam berbagai ukuran dan warna yang sangat menarik, salah satunya adalah kertas Kokoru. Kertas ini cukup unik dibandingkan dengan yang lain karena memiliki kontur bergelombang. Kontur ini memberikan aksen tersendiri ketika kertas tersebut dikreasikan menjadi sebuah kerajinan tangan.

Kertas Kokoru tersedia dalam dua jenis ukuran. Ada yang berbentuk seperti garis panjang bernama Ichi yang dapat langsung digunakan dalam proses pembuatan paper quilling sehingga perajin tak perlu lagi memotong-motong kertas. Ada juga kertas Kokoru berukuran A4 bernama Hachi yang dapat digunakan untuk membuat bentuk lain sebagai tambahan dekorasi. Warnanya pun bermacam-macam, mulai dari warna dasar, warna gelap hingga pastel.

Jika kamu berminat menekuni kerajinan tangan paper quilling, sekarang lah saatnya memulai karena sarana pendukungnya sangat mudah didapat dan komunitas hobi tersebut juga sudah banyak. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo mulai berkarya.

go to top