Artikel

Teknik Kreatif Anak-Anak Pelepas Stress

Membuat karya seni tak selalu bisa dijadikan sarana melepas stress. Sebaliknya, proses mencipta yang melibatkan upaya mencari inspirasi, menjaga konsentrasi, menemukan nada atau motif yang artistik, bisa jadi cukup melelahkan dan memakan waktu juga usaha.

Tapi, ada sebagian proses dalam berseni yang justru mampu menghilangkan stress. Sebagian besar bentuk menciptakan karya seni melibatkan logika dan kreativitas. Contohnya, proses mewarnai dan menemukan kombinasi warna yang tepat untuk sebuah karya. Kombinasi pandangan dan kemampuan motorik yang tepat saat mewarnai sebuah bidang memerlukan kerja otak sehingga dapat mengalihkannya dari hal lain yang memicu stress meski hanya sementara.

“Pandangan bahwa mengekspresikan kreativitas bisa berkonstribusi terhadap proses penyembuhan sudah diyakini dalam berbagai budaya,” tulis Heather L. Stuckey dan Jeremy Nobel dalam American Journal of Public Health seperti dikutip Huffington Post.

Berdasarkan laporan yang diberikan banyak pengasuh penderita kanker, metode memberikan kegiatan yang melibatkan seni kreatif secara signifikan mampu meredakan stress, menurunkan kegelisahan dan meningkatkan emosi positif.

Maka dapat disimpulkan bahwa menciptakan karya seni memerlukan kerja otak yang tinggi sehingga bisa saja memicu stress. Namun, di sisi lain kegiatan berseni yang sederhana justru dapat meringankan stress. Salah satu contoh kegiatan seni yang sederhana adalah seperti yang dilakukan anak-anak karena kegiatan anak-anak biasanya selalu lebih sederhana dibandingkan kegiatan yang dilakukan orang dewasa. Berikut ini beberapa contoh aktivitas seni anak-anak yang dapat kamu lakukan untuk meredakan ketegangan:

  1. Mewarnai

    Ketika dilanda stresskarena tuntutan pekerjaan, mungkin kamu bisa menutup sejenak laptop di atas meja kerja untuk beralih ke crayon dan buku mewarnai. Mengubah gambar-gambar hitam putih menjadi penuh warna bukan hanya akan membawa kamu bernostalgia ke masa kecil tapi juga terbukti dapat meredakan stress.

  2. Finger Painting

    Mewarnai dengan jari atau finger painting sering dilakukan oleh siswa Taman Kanak-kanak. Meski mengotori jari-jari tangan dengan cat, tapi kegiatan yang sudah dilakukan manusia pra sejarah ini dipercaya dapat memicu kreativitas. “Gestur ini usianya setua usia umat manusia. Jika kembali ke lukisan di gua-gua, mereka menggunakan gerakan jari-jari untuk mengartikulasikan ekspresi kreatif,” ujar ahli seni sejarah dari Long Island University, Maureen Nappi.

  3. Origami

    Seni melipat kertas tak harus serumit yang dilakukan para ahli origami. Bahkan dengan membuat bentuk yang sederhana seperti kapal terbang yang sering dilakukan anak-anak SD, sudah mampu memicu kerja otak kanan dan otak kiri. Hal ini dapat membuat kamu berkonsentrasi melakukan kerja kreatif sekaligus mengalihkan dari hal-hal yang membuat stress.

    Selain melipat kertas, kamu juga bisa melakukanpaper quillingatau menggulung kertas untuk meredakan stress. Meski sudah berkembang di Eropa sejak abad ke-17, kerajinan tangan jenis ini baru mulai digemari belakangan di Indonesia seiring dengan mulai banyaknya ketersediaan kertas khusus untuk membuatnya. Kertas paper quilling yang bisa kamu gunakan dan mudah ditemukan di toko buku adalah Kokoru.

    Kertas ini cukup unik dibandingkan dengan yang lain karena memiliki kontur bergelombang. Bentuknya yang seperti garis panjang juga sangat cocok untuk mengerjakan paper quilling, meski tersedia juga dalam ukuran A4. Kokoru yang tersedia dalam banyak warna memudahkan kamu untuk lebih kreatif berkreasi, sekaligus menjaga otak tetap tajam dan sehat.

Mudah bukan, menjadi kreatif sekaligus melepas stress? Sekarang kamu tinggal memilih mana teknik kreatif yang kamu suka.

go to top