Artikel

Yuk, Memulai Bisnis Crafting

Selain sebagai sarana menyalurkan hobi dan koleksi, crafting juga bisa dijadikan lahan bisnis. Tapi perlu strategi untuk memulai bisnis kerajinan tangan agar menguntungkan dan tidak mengganggu kegiatan lain.

Bayangkan mendapatkan penghasilan dari kegiatan yang sangat kamu sukai, pasti akan sangat menyenangkan. Kadang kala, hobi yang kita jalani memang berpotensi memberikan penghasilan, namun terkadang hal tersebut tidak kita sadari. Nah, jika Kokoru Friends memiliki kegemaran berkreasi membuat cendera mata atau kerajinan tangan, kamu cukup beruntung karena hobi tersebut bisa menghasilkan.

Jika kamu masih sekolah atau kuliah, potensi ini bisa dijadikan penambah uang jajan. Tapi ingat, bisnis tersebut harus dijalankan di waktu luang, jangan sampai mengganggu waktu belajar. Sementara, kamu yang sudah lulus, dapat memanfaatkan hobi tersebut untuk membuka bisnis di bidang crafting yang lebih serius. Tapi sebelum memulai, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar bisnis kamu berjalan lancar, seperti dikutip dari The Guardian.com.

  1. Tentukan produk atau jasa
    Ada dua hal yang bisa dikomersialisasikan dari hobi crafting yang kamu geluti. Yang pertama adalah produk kerajinan tangan yang kamu buat. Jenisnya bisa beragam, tapi apapun kerajinan yang kamu produksi, pastikan memiliki kegunaan bagi pelanggan. Dengan demikian, konsumen akan memiliki alasan yang kuat untuk membeli produk kamu.
    Selain menjual produk, kamu juga bisa menjual jasa melatih orang lain yang ingin bisa membuat kerajinan tangan. Dengan membuka kursus crafting ini, kamu bisa sekaligus mempopulerkan hobi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

  2. Manajemen waktu
    Hal ini penting untuk mengatur kegiatan sehari-hari tanpa harus ada yang dikorbankan. Seperti dijelaskan di atas, jika masih sekolah atau kuliah, bisnis sampingan kamu ini harus dijalankan pada waktu luang. Manfaatkan hari libur akhir pekan untuk memproduksi kerajinan tangan atau untuk membuka kelas kursus crafting.
    Jika bisnis ini kamu jalankan secara penuh, tetap harus ada pembagian waktu agar jangan sampai terlalu banyak menghabiskan waktu memproduksi tapi tidak ada kegiatan memasarkannya. Gunakan 40% waktu kamu untuk berkreasi, 40% untuk memasarkan dan sisanya untuk kegiatan lain, termasuk pengembangan diri.

  3. Marketing
    Jika ingin menguntungkan, maka pemasaran atau marketing mutlak dilakukan, tak peduli bisnis tersebut hanya sebagai sampingan atau full time. Pemasaran bisa dilakukan mulai dari promosi langsung kepada calon pelanggan yang bisa kamu lakukan kepada teman-teman di sekolah atau di kampus. Secara lebih luas, gunakan media sosial untuk mempromosikan kerajinan tangan yang diproduksi.
    Kamu juga harus sering ikut serta dalam pameran kerajinan tangan yang sering diadakan di kota-kota besar, minimal di kota tempat tinggalmu. Di ajang ini profil produkmu akan dapat dilihat dengan mudah oleh calon pelanggan sehingga lama kelamaan akan membangun kredibilitas. Biasanya, pengunjung pameran crafting adalah orang yang senang dengan kerajinan tangan sehingga akan lebih mudah menerima produk kerajinan yang kamu buat.

  4. Pengembangan diri
    Jangan pernah berhenti mengembangkan bakat crafting yang kamu miliki meski sudah terjun di bisnis tersebut. Terus bereksperimen membuat berbagai macam karya baik dari jenis kerajinan yang kamu kuasai maupun jenis kerajinan lain yang belum pernah kamu buat sebelumnya.
    Manfaatkan juga semua material yang tersedia dalam bereksperimen untuk menghasilkan karya-karya baru yang unik dan disukai pelanggan, termasuk kertas Kokoru.  Kertas bergelombang ini tersedia dalam dua jenis ukuran. Ada yang berbentuk seperti garis panjang bernama Ichi yang dapat langsung digunakan dalam proses pembuatan paper quilling sehingga perajin tak perlu lagi memotong-motong kertas. Ada juga yang berukuran A4 bernama Hachi. Warnanya pun bermacam-macam, mulai dari warna dasar, warna gelap hingga pastel.

Sudah siap terjun di bisnis crafting, Kokoru Friends?

go to top